Sabtu, 11 April 2015

Materi gambar teknik

A.    STANDARISASI GAMBAR TEKNIK
1.         Pengertian Standarisasi Gambar
Peraturan-peraturan gambar dibuat atas dasar persetujuan bersama antara orang-orang bersangkutan.peraturan-peraturan itu selanjutnya dijadikan standar dalam lingkup perusahaan disebut standar perusahaan,untuk lingkup negara disebut standar nasional. Lebih luas lagi untuk kepentingan kerjasama antar industri secara internasional digunakan standar internasional.
Standarisasi gambar berarti penyesuaian atau pembakuan cara membuat dan membaca gambar dengan berpedoman pada standar gambar yang telah ditetapkan.apabila dalam satu lingkungan kerja teknik ,antara yang membuat gambar dan yang membacanya menggunakan standar gambar teknik yang sama,berarti lingkunagan itu sudah melakukan standarisasi gambar teknik.
Negara kita punya standar nasional.dahulu namanya standar industri indonesia (SII). Tetapi sejak terbit peraturan pemerintah nomor 15 tahun 1991 tentang standar nasional indonesia.nama SII digantiSNI (Standar Nasional Indonesia). SNI di kelola oleh dewan standarisasi nasional (DSN) yang sekarang berkedudukan di jakarta (Sasana Widya Sarwono lt 5 JGatot Subroto 10 jakarta).

B.     ALAT-ALAT GAMBAR
Untuk mencapai tujuan gambar yang baik, yaitu yang memenuhi standar ISO, kita perlu alat alat yang baik pula. Dengan alat-alat yang baik dan ditunjang dengan keterampilan penggunaan alat-alat, akan tercapai tujuan tadi.
Tentu saja dengan peralatan yang lengkap belum tentu dapat terampil menggambar,kalau saja tanpa latihan. Dengan peralatan sederhana pun, jika penggunaan alat-alat gambar dilaksanakan dengan baik,konsekuen dan disiplin, akan membantu didalam keberhasilan menggambar. Sekali lagi ketekunan, kekonsekuenan, dan kedisiplinan dalam menggunakan alat, merupakan langkah awal untuk keberhasilan dalam menggambar teknik.
Alat-alat yang biasa dipakai dalam menggambar teknik mesin antara lain:
1.      Papan (meja) gambar
2.      Kertas gambar
3.      Penggaris T
4.      Penggaris segitiga 900, 600, 300
5.      Penggaris segitiga 900, 450, 450
6.      Kotak jangka
7.      Pensil mekanik
8.      Rapido
9.      Tinta isi rapido
10.  Isi mata pensil mekanik
11.  Penghapus tinta
12.  Penghapus pensil
13.  Pita perekat
14.  Mal bentuk lengkung
15.  Mistar skala
16.  Busur derajat
17.  Mal bentuk lingkaran
18.  Pelindung penghapus
19.  Sablon huruf
20.  Mal bentuk mur atau baut

1.      Cara menentukan ukuran kertas gambar
Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar. Sebagai ukuran pokok dari kertas gambar diambil ukuran  yang mempunyai luas 1  atau 1000.000  . Perbandingan lebar dan panjangnya sama dengan perbandinagn dari sisi bujur sangakar dan diagonalnya (lihat gambar1). Jika bujur sangkar mempunyai lebar (sisi) x dan diagonalnya y=x  ,selanjutnya x dipakai sebagai lebar kertas gambar dan  y sebagai panjang kertas gambar (lihat gambar3).

                              Gambar 3                               gambar 4

Jadi ukuran pokok kertas gambar yang sudah distandar adalah ukuran  dengan panjang 1189 mm dan lebarnya 841 mm (dibulatkan).sedangkan untuk mendapatkan ukuran kertas gambar lainya tinggal membagi dua,yaitu ukuran:
1)       didapat dari  dibagi dua
2)       didapat dari  dibagi dua
3)       didapat dari  dibagi dua
4)       didapat dari  dibagi dua
Dan seterusnya (lihat gambar 6)

        
                                               Gambar 5

Sesuai dengan standar ISO (International Standardization for Organization) dan NNI (Nederland Normalisatie Instituet), ukuran gambar ditentukan sebagai berikut (lihat tabel). Selanjutnya kertas gambar diberi garis tepi sesuai dengan ukuranya. C pada tabel adalah ukuran tepi bawah, tepi atas, dan tepi kanan, sedangkan tepi kiri untuk setiap ukuran kertas gambar ditetapkan 20 mm (hal ini dimaksudkan untuk membundel; jika kertas gambar dibundel tidak menggangu gambarnya)

Ukuran
Ukuran
Sisi kiri
Sisi lainya
Lebar
panjang
A0
841
1189
20
10
A1
594
841
20
10
A2
420
594
20
10
A3
297
420
20
5
A4
210
297
20
5 





2.      Jenis-jenis pensil dan penggunaanya
Pensil yang dipakai untuk menggambar ada tiga macam, yaitu pensil biasa, pensil yang dapat diisi kembali, pensil mekanik. Untuk jenis pensil ini mempunyai tingkat kekasaran tertentu, mulai dari yang lunak sampai yang keras. Tingkat kekasaran pensil dapat dilihat pada tabel berikut:
a.      Meruncingkan pensil
Pensil biasa diruncingkan, karena salah satu faktor baik atau buruknya suatu garis tergantung dari cara meruncingkan pensil. Oleh karena itu, meruncingkan pensil harus baik. Meruncingkan pensil jangan digosok – gosokkan kedinding, meja, atau lantai, sehingga dinding atau meja menjadi kotor. Oleh karena itu ,kita harus menyediakan ampelas halus (no.220 atau no.400) yang disimpan/diletakkan pada pelat-seng (lihat gambar 6).
                              
                                                                                          Gambar 6

b.      Menggunakan pensil
Untuk mendapatkan garis yang baik (rata/tajam) maka pensil harus ditarik dengan diputar sambil ditekan pelan-pelan, dan kedudukan pensil  terhadap garis yang akan dibuat (lihat gambar 7)



Gambar 7

3.      Macam-macam penggaris
Penggaris yang dipakai waktu menggambar  antara lain:
a.       Penggaris/mistar segitiga (satu pasang)
b.      Mistar T (tekan hak)
c.       Mistar skala
                              
                 Gambar 8

Keterangan :

a.       Mistar siku-450
b.      Mistar siku-600/300
c.       Mistar T (tekan hak)
d.      Mistar skala
e.       Meja gambar


Mistar skala yaitu mistar untuk mengukur dengan  ukuran skala 1:2, 1:3, dan seterusnya.
a.      Cara menggunakan mistar (sepasang segitiga)
Untuk membuat garis tegak lurus atau garis-garis sejajar, baik tegak maupun mendatar,dapat kita gunakan sepasang mistar segitiga (lihat gambar8). Caranya sebagai berikut:
1)      Letakkan mistar  mendatar pada posisi 1
2)      Letakkan mistar  rapat pada sisi bawah dan peganglah (tekan)
3)      Bila kita membuat garis-garis sejajar  sumbu x, geserkan mistar   keatas atau kebawah (lihat anak panah) sesuai dengan kebutuhan.
4)      Putarkan mistar  menjadi posisi 2 untuk membuat garis sejajar sumbu y atau garis-garis yang tegak lurus sumbu x.
5)      Dengan menggeser mistar  pada posisi 1 dan memutar mistar keposisi 2, kita dapat membuat garis-garis mendatar maupun garis-garis tegak.
b.      Pemeliharaan mistar segitiga
Pemeliharaan alat gambar yang sering diabaikan oleh siswa antara lain:
Ø  Kebersihan, misalnya yang dipakai tidak dibersikan ,sehingga kertas gambar menjadi kotor. Oleh karena itu , mistar gambar sebelumnya dipakai harus dibersikan terlebih dahulu (dilap, bila perlu dicuci).
Ø  Mistar segitiga atau mistar gambar yang lain, tanpa disadari digunakan untuk memukul, digunakan memotong kertas, hingga mistar menjadi cacat dan bila dipakai untuk menggambar maka hasilnya garisnya tidak lurus lagi. Oleh karena itu, jangan sekali-kali memotong dengan menggunkan mistar gambar, pakailah mistar pemotong yang khusus.
Ø  Mistar segitiga terbuat dari plastik/mika, pada ujungnya sering terjadi perubahan bentuk (membengkok); mengkin karena jatuh,perubahan temperatur, atau tekanan-tekanan yang menyebabkan perubahan bentuk. Biasanya perubahan ini tidak terlihat,tetapi bila mistar itu kita pakai akan terjadi ketidaksejajaran dalam menarik garis yang satu dengan yang lainya (lihat gambar 9).
                                         
                                                      Gambar 9

Pada posisi 1 bagian alas segitiga berada diatas segitiga lainya dengan las berimpit penuh, sedangkan pada posisi 2 alas segitiga tidak berimpit penuh(lihat tanda x pada gambar).oleh karena ada lengkungan yang tidak terlihat pada ujung segitiga maka garis yang dihasilkan m tidak sama dengan n. Oleh kaerena itu, segitiga sebelum dipakai harus diperiksa dahulu ketegak lurusannya, yaitu dengan meletakkan segitiga pada garis lurus (diatas segitiga lainya) lihat gambar 10.

                                            
Gambar 10

Ø  Tempatkan segitiga pada posisi 1 dan buat garis (m)
Ø  Kemudian balikkan segitiga pada posisi 2 dan buatlah garis (n)
Ø  Jika garis m dan n tidak sejajar (berimpit) maka mistar tersebut harus diluruskan, yaitu dengan cara menggosokkan segitiga yang lengkung tersebut pada ampelas yang disimpan diatas meja rata atau meja kaca, sambil berulang-ulang memeriksa/mencoba kembali sampai garis yang dihasilkan sejajar (berimpit).
                                                 
Gambar 11

4.      Macam-macam mal
Mal yang dipakai untuk menggambar teknik terdiri atas :
a.      Mal huruf
Mal huruf  yaitu alat yang digunakan untuk membuat huruf dengan perantaraan pen/rapido. Mal huruf mempunyai ukuran 0,25; 0,35; 0,5; 0,7; 2,4; dan 2 mm (lihat gambar12)

                                            
Gambar 12


b.      Mal busur (kurva)
                                             
Gambar 13

Untuk membuat lengkungan-lengkungan yang teratur, misalnya lengkungan parabola,hiperbola,epicicloida, hipocicloida dan semacamnya dapat kita gunakan mal busur. Misalnya lengkungan parabola yang memotong titik 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya pada gambar diatas. Untuk garis yang memotong titik 1, 2, dan 3, mal ditempatkan pada posisi 1, sedangkan untuk titik-titk 4, 5, dan 6, mal digoreskan pada posisi 2 sehingga didapatkan lengkungannya.
c.       Mal lingkaran
d.      Mal elips
Mal elips diguanakan untuk membaut elips, misalnya gambar-gambar silinder,cincin poros, dan bentuk-bentuk elips lainya.
e.       Mal khusus (tanda-tanda pengerjaan dan semacamnya).
Sablon/mal dengan bentuk lain yang khusus ini mempunyai bermacam-macam bentuk ,misalnya untuk simbol–simbol pengerjaan, tanda pengerjaan, anak panah, atau simbol-simbol dari konstruksi pipa. Ada juga mal untuk simbol kelistrikan dan lain-lain. Salah satu contoh mal dengan bentuk lain dalah mal untuk tanda pengerjaan (lihat gambar14)

                                          
Gambar 14

5.      Penghapus dan pelindung penghapus
Penghapus yang kita pakai, untuk menghapus garis pensil yang tidak berguna, berupa penghapus putih halus (supaya tidak meninggalkan warna). Bagian gambar yang dekat terhadap garis yang dihapus, perlu dilindungi (supaya tidak terhapus) dengan pelindung penghapus.


Gambar 15


6.      Jangka
Jangka adalah alat untuk membuat lingkaran atau lingkaran, baik dengan ujung potlot atau dengan tinta.
a.      Macam-macam jangka
1)      Jangka besar yang dapat membuat lingkaran antara 100 sampai dengan 200 mm
2)      Jangka sedang yang dapat membuat lingkaran antara 50mm sampai dengan 100 mm
3)      Jangka kecil (biasanya mempunyai pegas/jangka pegas) yang dapat membuat lingkaran antara 5 sampai dengan 50mm
4)      Jangka orleon digunakan untuk membuat lingkaran yang tidak dapat dibuat oleh jangka kecil. Jangka orleon ini dapat membuat lingkaran dengan diameter 1 mm sampai 5mm.
b.      Kotak jangka (penyimpanan jangka)
Jangka disimpan didalam kotak jangka sesuai dengan tempat dan bentuk dari jangka tersebut. (lihat gambar 16)

                                      
Gambar 16

c.       Bagian-bagian jangka
                  

Tidak ada komentar:

Pages